BARKATI ITU PREMAN, NGGAK PINTAR, NGGAK NGERTI BIROKRASI PEMERINTAHAN, PUBLIK SPEAKINGNYA JELEK… BETULKAH?

Orang yang berniat jahat itu biasanya menghalalkan segala cara untuk menjatuhkan lawan. Termasuk soal pak Barkati misalnya. Mereka mencoba melakukan pembunuhan karakter untuk menghalangi langkah beliau. 
Ada yang mempersoalkan latar belakang pak Barkati yang merupakan pimpinan ormas kedaerahan. Lalu mereka menyebar isu “Barkati itu preman”. 
Lalu di narasi yang lainnya ada juga yang menyebut pak Barkati itu orangnya nggak pintar. Nggak ngerti pemerintahan. Sementara di lain sisi pula, cara publik speaking beliau dibilang jelek. Dan narasi-narasi lain yang meremehkan kredibilitas pak Barkati.
Ya pokoknya semua yang buruk-buruk dicoba untuk disematkan kepada calon Walikota kelahiran Samarinda ini. 
Bagi masyarakat yang berpikir kurang cerdas mungkin semua tuduhan itu akan ditelan mentah-mentah, dan akhirnya buruklah pak Barkati di matanya. 
Namun bagi yang berpikiran terbuka serta cerdas, justeru akan menemui kejanggalan dari ungkapan-ungkapan yang terkesan buruk tersebut. 
Mari kita renungkan dengan contoh beberapa ungkapan:
PERTAMA: Katanya pak Barkati Tidak pintar memimpin. 
Pernyataan ini tertolak justeru oleh penyataan lain yang mengatakan bahwa beliau preman atau bos preman. Kalau benar demikian, Barkati adalah bos preman, justeru bukankah itu bukti bahwa beliau orang yang pintar. Dikira gampang memimpin preman, orang bebas yang berasal dari latar belakang pendidikan dan sosial yang tidak karuan?
Kalau tidak punya kecerdasan yang tinggi, tidak mungkin beliau bisa memimpin, mengendalikan dan ditaati oleh para preman? 
Seorang birokrat yang unggul di pemerintahan saja belum tentu bisa mengendalikan (dipatuhi) oleh para preman. Kalau dipatuhi para ASN dan honorer itu sudah jelas karena mereka kan  memang bawahan yang punya kepentingan buat bekerja. Lagi pula ASN umumnya adalah orang-orang berpendidikan yang tentu lebih gampang diatur secara birokrasi. 
KEDUA: Pak Barkati itu orang jalanan, nggak berpengalaman di dunia birokrasi. 
Ungkapan ini juga menjadi lucu ketika kita tahu bahwa ternyata selama ini beliau adalah seorang ASN yang sudah puluhan tahun mengabdi di birokrasi. Dan beliau jadi ASN karena lulus tes secara murni. Dan perlu diketahui sebelum dipilih oleh DPRD untuk menjadi wakil walikota meneruskan jabatan almarhum H. Nusyirwan Ismail, beliau adalah pejabat eselon IV di Pemerintah Kota Samarinda.
Realita ini sekaligus membantah dua isu terdahulu bahwa beliau adalah preman dan bahwa beliau tidak mengerti birokrasi pemerintahan. 
Kalau preman, maksudnya adalah singkatan dari “Pria Beriman”, maka betul. Insya Allah beliau orang beriman yang taat beribadah dan rajin hadir di majelis zikir maupun majelis ilmu. 😁
KETIGA: bahwa pak Barkati itu orangnya nggak pintar, baik secara personal maupun sebagai pemimpin. 
Ini terbantah langsung dan telak bila melihat titel yang ada di belakang nama beliau. Dimana, ternyata beliau adalah tokoh yang berpendidikan S2 (magister) dari kampus terkenal di pulau jawa. Pendidikannya pun beliau jalani full secara reguler. Bukan kelas jarak jauh atau kelas Dosen Terbang yang kuliahnya dirapel beberapa hari saja. 
KEEMPAT: publik speaking pak Barkati buruk. 
Menurut kami ungkapan ini sangat subjektif. Kalau boleh kami balik bertanya, “Publik speaking yang bagaimana?”
Kalau yang dimaksud “Publik Speaking” adalah gaya berbicara seperti presenter TV, MC di tempat hiburan, atau bahkan seperti motivator kondang, jelas beliau memang tidak seperti itu.
Tapi kalau yang dimaksud dengan “publik speaking” adalah kemampuan berbicara persuasip kepada publik (orang banyak) maka itu sudah beliau lakukan berpuluh tahun. Di ormas maupun sebagai pejabat beliau sudah terbiasa berbicara dan memberikan pemahaman kepada khalayak. Dan faktanya beliau mampu “mempengaruhi” orang banyak.
Beliau memang orang yang berbicara apa adanya, sederhana dan menyampaikan pesan dengan bahasa yang tak dibuat-buat. Pendekatan beliau adalah pendekatan persaudaraan dan persahabatan kepada sesama. Sehingga tak heran bila kemudian beliau punya hubungan baik dengan siapa saja.
Bila eskpektasi orang bahwa kemampuan publik speaking beliau seperti Ustadz Abdul Somad, KH. Zainuddin MZ ataupun Mario Teguh, maka jelas pak Barkati bukan penceramah maupun motivator. Sekali lagi beliau adalah pemimpin dan organisatoris, bukan Ustadz atau penceramah. 
Jadi, bila kita mau jeli dan tidak mudah percaya dengan hoax, kita akan tahu fakta sesungguhnya bahwa sosok Barkati benar-benar sosok yang sangat layak buat memimpin Samarinda ke depan. 
Apalagi secara historis dan kedekatan emosi, beliau adalah putera asli kelahiran Samarinda yang dari kecil menyaksikan bahkan menjadi bagian dari perkembangan dinamika kehidupan kota Tepian, Samarinda yang sangat dia cintai.
Semoga langkah pak Barkati dimudahkan oleh Allah, dan semoga beliau diberi kemampuan buat membangun Samarinda tercinta. Aamiin.
https://www.facebook.com/barkatisamarinda.info

Tinggalkan Balasan