BARKATI MENJAWABNYA DENGAN SEDIKIT BICARA, BANYAK BEKERJA

Kadang ada isu dan tudingan negatif yang beredar di medsos tentang pak Barkati, yang entah disebarkan oleh siapa? Soal pak Barkati tak bagus dalam hal publik speaking, mantan preman, tidak berpendidikan, dan lain sebagainya.
Namun tampaknya sosok Barkati tidak pernah terlalu fokus terhadap isu-isu tersebut, meskipun tentunya beliau juga tidak meremehkannya. Cukup dijelaskan secukupnya, selebihnya beliau lebih senang menjawab dengan bukti dan tindakan nyata. Beliau yakin bahwa anggapan negatif itu hanya pada sedikit orang. Kebanyakan warga Samarinda sudah cerdas.
Soal tuduhan preman misalnya, bukannya membantah, beliau malah membenarkan tuduhan tersebut. Menurut beliau preman belum tentu penjahat. Preman dalam artian manusia bebas dan lugas dalam membela kepentingan masyarakat luas itu diakuinya.

Puluhan tahun beliau berkiprah bersama Kopasti Gepak memperjuangkan kepentingan masyarakat Kalimantan. Dan itu kata beliau bukan hanya dulu tapi sampai sekarang. Bedanya, kalau dulu lewat ormas, sekarang melalui jalur birokrasi pemerintahan.
Tapi sepreman-premannya beliau, toh bukan orang baru di dunia birokrasi. Beliau sudah puluhan tahun menjadi ASN dan mengabdi buat bangsa dan negara, hanya saja tidak terekspos karena beliau bukan pejabat tinggi. Posisi terakhirnya sebelum menjadi wakil walikota adalah seorang Kasi (Kepala Seksi).
Soal publik speaking? Ya, beliau memang bukan seorang penceramah, MC ataupun motivator ulung. Beliau adalah orang yang kalau bicara apa adanya, lugas, namun ramah pada siapa saja. Dan dari kesederhanaanya itu ada ribuan manusia yang termotivasi untuk menjadi orang yang berguna. Itu dilakukannya baik saat masih memimpin ormas maupun setelah menjadi pemimpin Samarinda mendampingi sahabatnya H. Syaharie Jaang.
Soal pendidikan? Siapa bilang beliau orang yang tidak sekolah? Beliau loh, lulus hingga S.2 (magister) di kampus terkenal di pulau Jawa. Dan pendidikan itu benar-benar beliau jalani secara fisik, bukan dengan ‘dosen terbang’ yang kuliahnya tempo-tempo.
Jadi, apapun isu dan tuduhan yang bertendensi ingin menjatuhkan tak pernah beliau jawab dengan kemarahan apalagi kekerasan. Padahal ada banyak warga Kalimantan para anggota ormas kedaerahan yang siap pasang badan untuk membela beliau.
Beliau justeru menjawab tuduhan negatif dengan bekerja dan bekerja mengabdi buat warga Samarinda. Ya, beliau memang menjawab segala tudingan negatif dengan sedikit bicara namun banyak bekerja.
Wallahu a’lam
https://www.facebook.com/barkatisamarinda.info

Tinggalkan Balasan