Mengenal Pribadi Barkati Yang Rendah Hati – Bagian 3

Mengenal Pribadi Barkati Yang Rendah Hati – Bagian 3

Bicara tentang sifat asli seseorang apalagi seorang tokoh yang merupakan calon kepala daerah, tentu tidak hanya dilihat di waktu-waktu menjelang pilkada tiba. Seorang pemimpin atau calon pemimpin itu kinerjanya bisa dinilai sejak di belum terjun ke dunia politik. Demikian pula tentunya dengan pak Barkati. Sosok mantan petinggi ormas daerah ini ternyata memang telah terbiasa bergaul di tengah masyarakat dan membantu berbagai permasalahan mereka, jauh hari sejak belum ada bau politik dalam kiprah beliau. Jadi pak Barkati tidak sekonyong-konyong (tiba-tiba) menjadi orang yang peduli. Karakter penuh empati itu memang sudah ditunjukannya kepada orang-orang sekelilingnya sejak beliau masih ‘bukan siapa-siapa’.

Hal ini terungkap dari penelusuran kami langsung dengan mewawancarai orang-orang yang pernah berinteraksi dengan beliau. Disamping itu kami juga mencoba mencari berita-berita di internet, namun tidak banyak jejak digital yang bercerita soal kegiatan pak Barkati. Ya, itu wajar karena memang pada asalnya pak Barkati termasuk orang yang tak suka memberitakan kegiatannya di media. Keculi berita setela beliau menjadi wakil walikota, maka teramat banyak informasi yang bisa kita peroleh. Hal ini dikarenakan keadaan, dimana sebagai pemimpin kota tentu semua kegiatan beliau selalu diliput oleh wartawan. Atau minimal telah didokumentasikan oleh staf humas maupun tim kominfo kota Samarinda. Namun dari penelusuran kami yang sekilas saja sudah teramat banyak cerita mengejutkan tentang kemuliaan hati seorang Barkati. Tak hanya itu dalam beberaa komentar yang kami dapatkan di fanpage “Kabar Barkati”, tanpa endorse banyak sekali komentar yang menceritakan kebaikan barkati kepada mereka atau keluarganya.

Ada yang menyampaikan terimakasih kepada pak Barkati karena dulu pernah diberi (dicarikan) pekerjaan oleh beliau, ada yang mengaku pernah ditolong, bahkan ada yang menyatakan sangat terkesan dengan kepribadian pak Barkati. Dimana menurut si komentator itu dia pernah menabrak kendaraan pak Barkati. Namun sebagai seorang pemimpin ormas kedaerahan, pak Barkati tidak marah. Padahal sebagai petinggi ormas tentu pak Barkati bisa saja bersikap arogan dan menekan dengan memanfatkan wibawanya. Namun ternyata tak seperti yang dibayangkan, pak barkati yang rendah hati justeru memaafkan. Kisah-kisah mengharukan seperti ini tentu tak akan pernah kita temukan di koran, majalah ataupun internet jaman dulu. Berbeda dengan saat ini, dalam posisi beliau yang selalu jadi sorotan, aksi pak Barkati saat memikul keranda korban kecelakaan yang akan berangkat ke acara haul saja sudah mungkin ada yang curiga itu adalah penciteraan.

Padahal sebelum menjadi wakil walikota juga hal seperti itu sudah sering beliau lakukan. Bahkan mendorong mobil mogok atau membantu bersih-bersih lingkungan saja bukan hal aneh bagi pak Barkati. Apalagi bila kita menelusuri sejarah, ternyata korban kecelakaan yang beliau pikul kerandanya itu adalah teman saat sekolah dulu. Jadi hal yang sangat wajar bila beliau melakukan itu, bukan karena penciteraan. Kalau kemudian karena itu lantas citera atau nama baik beliau menjadi harum, ya tentu merupakan hal yang wajar. Apa pepatah mengatakan “Siapa menanam akan memanen”. Kalau selama ini beliau menanam kebaikan tentu sangat masuk akal bila beliau dicintai oleh masyarakat. Ya, awalnya kami sendiri sebagai admin fanpage ini tidak berencana membuat tulisan bersambung tentang pak Barkati. Namun melihat suhu politik menjelang pilkada yang mungkin saja segala kebaikan pak Barkati dituduh sebagai penciteraan, maka kami memberanikan diri menulis. Sekedar memaparkan fakta dan cerita yang mungkin sebagiannya belum diketahui khalayak.

Ini saja masih ada sebagian orang berkomentar agak sinis dan mengatakan bahwa semua calon juga akan berbaik-baik kalau mau mencalonkan diri. Padahal justeru catatan singkat yang kami susun ini untuk memberitahukan kepada sebagian orang yang belum tahu bahwa pak Barkati berbuat itu tidak hanya saat menjelang pilkada. Ya, di jaman ini memang serba salah. Saat kita memberitakan kebaikan dikira penciteraan, namun bila kita tidak mempublis kegiatan dituduh tak berbuat sama sekali. Makanya tidak perduli dengan tuduhan penciteraan atau tidak, tulisan ini kami lanjutkan. Kami (Dingsanak Barkati) hanya bisa memaparkan apa yang kami tahu tentang sifat dan aktiftas pak Barkati yang memang sudah sejak dulu melalu tulisan bersambung dan serba ringkas ini. Dengan segala keterbatasan kami, tentu tulisan ini belum lengkap. Masih banyak cerita positif yang tentunya belum kami paparkn dalam tulisan singkat ini.

#BarkatiSamarinda
#KabarBarkati
#RelawanBarkatiSamarinda
#BarkatiUrangSamarinda
#2020_2025TetapBarkati

Sumber Page Dingsanak Barkati

Tinggalkan Balasan