Mengenal Pribadi Barkati Yang Rendah Hati – Bagian 4

Mengenal Pribadi Barkati Yang Rendah Hati – Bagian 4

Sebagai orang Kalimantan yang lahir di indahnya kota Samarinda tempo dulu, dengan penduduknya yang majemuk, pak Barkati adalah sosok tokoh yang biasa hidup dalam keberagaman. Baik itu keberagaman suku, etnis maupun agama dan kepercayaan. Hal ini beliau jalani baik di keluarga, teman sekolah, tetangga kampung, apalagi di organisasi. Di keluarga, pak Barkati selalu diajarkan oleh orang tuanya untuk menjadi manusia yang pandai menghargai orang lain. Bahkan ayahnya sendiri memberikan contoh bagaimana menjalani kehidupan ini dan berinteraksi dengan aneka ragam manusia yang berbeda.

Menurut pak Barkati, sebagai manusia kita harus meninggalkan (memberikan) kesan positif bagi siapapun yang berinteraksi dengan diri kita. Kesan positif ini akan muncul dari kebaikan yang dilakukan secara tulus terpancar dari dalam hati. Sebab kebaikan yang dilakukan karena ada maunya akan terasa sekali sangat aneh dimata orang lain. Bagaimana tidak, misalnya orang yang biasanya tidak perduli kok tiba-tiba berbuat baik kepada masyarakat, tentu hal itu sangat mencurigakan. Apalagi di masa-masa menjelang pikada.

Kepedulian yang alami dan apa adanya itu melahirkan toleransi, sehingga hidup dalam keragaman tidak menjadi sebuah kondisi yang menakutkan, justeru menjadi sebuah keindahan. Sehingga orang yang pandai bertoleransi menerima keragaman sebagai hal yang menyenangkan. Ibarat sebuah taman, maka ia menjadi indah ketika tanaman dan bunga-bungaan yang ada di dalamnya berwarna-warni. Keragaman ini membuat dia terlihat indah karena saling melengkapi. Sebagaimana fitrah yang Allah ciptakan dalam kehidupan ini. Ya, manusia diciptakan dengan fitrah keragaman dan perbedaan. Mulai dari berbeda jenis kelamin (wanita dan pria), berbeda suku dan bangsa, hingga berbeda keyakinan dan agama. Dari sini lahir interaksi saling melengkapi dan saling membutuhkan antara satu dengan lainnya.

Penanaman jiwa yang toleran ini telah membentuk karakter Pak Barkati yang peduli kepada siapa saja. Bukan hanya di masa kecil atau masa sekolah, bahkan di kemudian hari saat beliau memimpin ormas besar Gepak dan Kopastinya. Disitu bisa dilihat bagaimana pak Barkati menjadi organisatoris bersama pak Abraham Ingan yang jelas berbeda suku dan agama, membina anggota mereka yang juga terdiri berbagai suku, agama dan status sosial. Semua bisa disatukan dalam keragaman. Lebih-lebih saat kini menjadi wakil walikota, kepedulian itu semakin terlihat dari aneka kegiatan beliau yang langsung bersentuhan dengan masyarakat biasa. Bahkan nyaris sepanjang hari saat ini beliau habiskan waktu yang ada untuk terus menyapa masyarakatnya.

“Toleransi itu lahir dari ketulusan hati, bukan sekedar basa-basi dan bukan hanya permainan narasi.”

Wallahu a’lam.

#BarkatiSamarinda
#KabarBarkati
#RelawanBarkatiSamarinda
#BarkatiUrangSamarinda
#2020_2025TetapBarkati
Sumber : Barkati Samarinda – Kabar Barkati – Relawan Barkati Samarinda

Tinggalkan Balasan