Mengenal Pribadi Barkati Yang Rendah Hati – Bagian 6

Mengenal Pribadi Barkati Yang Rendah Hati – Bagian 6

Kami percaya bahwa pak Barkati bukan orang yang terlalu berambisi untuk membuat acara resepsi pernikahan anak beliau secara mewah. Selama berkawan dan bergaul dengan beliau kami tahu bahwa beliau itu orang yang sederhana. Makannya, pakaiannya, cara bicaranya, sampai tidurnyapun sederhana tidak seperti pejabat kebanyakan. Bahkan dari perbincangan dengan beliau kami melihat bahwa beliau adalah seorang yang sangat kuat memegang prinsip agama, kemanusiaan dan sangat mengayomi masyarakatnya.

Sebelumnya, anak beliau yang lelaki juga menikah, tapi tidak dimeriahkan seperti yang ini. Hanya selamatan di rumah jabatan seusai akad, dan beliau tampak sangat bahagia. Ini bukan sok sederhana apalagi penciteraan. Bahkan untuk pernikahan anak beliau yang lelaki ini, banyak masyarakat yang tidak tahu karena memang tidak banyak pemberitaannya.
Lalu mengapa acara resepsi pernikahan puteri beliau yang rencananya digelar hari ahad 22 maret 2020 ini kok terkesan begitu mewah dan besar?
Kalau rencannya besar iya, karena akan mengundang paling tidak 50.000 masyarakat Samarinda. Tapi kalau disebut mewah tidak juga. Acara ini terkesan mewah dikarenakan dekorasi yang indah dan penyediaan jumlah kursi undangan yang sangat banyak.

Ya, jumlah undangan yang teramat banyak hingga 50.000 orang itulah yang menyebabkan acara terkesan mewah. Padahal tidak juga terlalu berlebihan, sama saja dengan resepsi-resepsi yang dilakukan oleh masyarakat Samarinda dan pejabat lainnya yang digelar di gedung-gedung biasanya. Undangan sangat banyak karena memang ada begitu banyak pendukung, sahabat, kerabat dan keluarga pak Barkati yang menginginkan bisa berkumpul sekaligus bersilaturahmi di momentum yang istimewa ini. Saat pak Barkati telah menjadi seorang wakil walikota beliau tentu tidak ingin melupakan semua kawan dan sahabat baik di kampung, ormas maupun birokrasi yang selama ini begitu akrab. Beliau dan keluarga ingin semua orang turut merasakan kegembiraan.

Disaat banyak aspirasi dan harapan dari rakyat, keluarga, sahabat, kawan ormas hingga pejabat yang begitu mencintai beliau maka sangat dilematis sebenarnya bagi beliau. Kalau diundang semua kawan bahkan masyarakat, nanti terkesan besar namun bila hanya kalangan tertentu saja beliau khawatir banyak pendukung dan kawan-kawan yang kecewa karena merasa dilupakan.

Terbukti sebelumnya. Pasca pernikahan sederhana putera beliau yang sekolah di pesantren, beberapa bulan lalu, banyak sahabat dan kerabat yang “protes” mengapa mereka tidak diundang. Padahal ya karena memang acaranya waktu itu hanya sederhana saja.
Akhirnya untuk pernikahan puteri beliau yang satu ini, beliau dan keluarga besarnya memutuskan untuk mengundang sebanyak mungkin anggota masyarakat. Sehingga tak kurang dari 50.000 undangan tertulis sudah dicetak hanya buat masyarakat Samarinda. Itu belum termasuk yang untuk keluarga dan kerabat dekat.

Beliau sebenarnya memang sempat khawatir, cuma waktu itu bukan khawatir virus corona karena memang kondisinya tidak seperti saat ini. Beliau hanya khawatir bila rencana acara ini terkesan berlebihan karena besar. Namun beberapa sahabat beliau yang diantaranya tentu mengerti agama memberikan suport bahwa acara besar bila itu untuk berbagi makan dan kebahagiaan bukanlah hal yang berlebihan. Bukan pula tindakan mubazir.
Dan memang setahu kami, menjamu makan bagi masyarakat banyak dalam rangka mensyukuri kegembiraan juga dicontohkan oleh banyak pemimpin sholeh jaman dahulu. Ukuran berlebihan itu bukan pada banyaknya jumlah undangan tapi pada bentuk acara yang dikerjakan. Kalau mengundang masyarakat luas itu justeru bentuk kepedulian dan kerendahan hati pejabat yang tidak mau melupakan rakyatnya.

Ya, besarnya jumlah undangan sesungguhnya adalah bentuk kerendahan hati pak Barkati yang tidak melupakan rakyatnya di saat mendapat kegembiran. Beliau dimanapun dan kapanpun selalu berpikir untuk bagaimana merasakan kebahagian bersama rakyat tidak hanya pribadi dan keluarga.
Maka, kemudian saat rakyat juga yang memberikan masukan agar acara ditunda karena ada wabah corona, beliau di detik-detik akhir mampu mengumumkan keputusan yang begitu luar biasa. Demi keselamatan dan kepentingan rakyatnya, pemimpin Samarinda ini memastikan hasil rapat keluarga kepada khalayak bahwa acara diundur sampai pada waktu yang tepat.

Sebuah keputusan besar yang akan dicatat dengan tinta emas dalam sejarah kepemimpinan kota tepian ini. Di dalamnya ada pengorbanan dan kebesaran hati yang ditunjukan pak Barkati sebagai pemimpin. Makanya saat ditanya berapa biaya yang sudah dikeluarkan pak Barkati berkata kurang lebih, “Jangan ditanya berapa biaya yang sudah dikeluarkan, karena semua itu tidak ada artinya dibanding keselamatan warga Samarinda.”
Mungkin ada yang bertanya dengan nyinyir: “Kenapa kok nggak dari kemarin-kemarin dibatalkan? Setelah heboh di medsos bahkan sudah hampir harinya baru diputuskan pengundurannya?” Pertanyaan seperti ini wajar bagi orang yang tidak mengetahui apa yang terjadi di balik layar. Bahkan ada yang mengatakan bahwa penundaan ini karena desakan gubernur dan ketua IDI yang konon sempat mengadakan pertemuan. Padahal yang sebenarnya terjadi, proses penundaan ini sesungguhnya sudah menjadi diskusi yang cukup alot dan panjang di intern keluarga besar. Kalau kemudian menjelang hari pelaksanaan ada protes dari ketua IDI dan ada pertemuan tokoh dengan gubernur, itu adalah proses lain lagi yang alhamdulillah juga memperkuat alasan pengunduran acara.

Kami termasuk orang yang mengetahui bagaimana wacana pungunduran acara ini sudah menjadi diskusi yang cukup panjang di kalangan keluarga dan kerabat dekat. Bukan karena ada yang berambisi ingin bikin acara rame-rame namun perdebatan intern ini lebih kepada apakah kondisi saat ini sudah cukup darurat hingga membuat acara perlu dibatalkan ataukah masih layak buat dilanjutkan dengan persiapan pengamanan medis yang maksimal?
Sebagian kerabat yang ingin acara dilanjutkan berkaca pada masih diselenggarkannya shalat berjamaah di masjid kota Samarinda yang menunjukan masih amannya kondisi. Namun sebagian lagi mengkhawatirkan dampak negatif yang bisa saja muncul di luar dugaan. Apalagi pemerintah sendiri sudah mengeluarkan himbauan.

Disitu sebenarnya hal dilematis yang terus dirundingkan antara kerabat dan orang dekat pak Barkati. Makanya begitu ada reaksi yang sedemikian heboh di media sosial, keputusan untuk melakukan penundaan menjadi semakin kuat. Apalagi kemudian ada sebagian orang yang mulai menarik-narik hal ini ke wilayah politis tentu semakin tidak bagus bila penundaan tidak segera dilakukan. Maka dengan segala kerendahan hatinya dan ketegaran yang luar biasa, setelah mengundang walikota dan ketua DPRD kota Samarinda, bapak Barkati mengumumkan kepada wartawan keputusan rapat keluarga besar tentang penundaan acara resepsi tersebut hingga waktu yang tepat.

Pak Barkati sendiri sebagai manusia biasa jelas ada perasaan kecewa karena acara batal terselenggara. Itu pasti, karena tentu beliau sudah berharap untuk bisa merasakan kebahagiaan berkumpul dengan sahabat, kerabat dan masyarakat yang sangat dicintainya. Namun demi rasa cinta kepada masyarakat itu pula yang menyebabkan beliau mengumunkan penundaan meski persiapan termasuk pengamanan medis sudah bisa dibilang hampir 100 persen. Beliau menegaskan bahwa penundaan ini dilakukan dengan tukus ikhlas dan bukan karena tekanan. Walaupun memang diakui bahwa tekanan media sosial itu ada, namun bukan tekanan itu yang menjadi penyebab utama penundaan acara.

Kami sangat paham siapa beliau. Beliau bukan orang yang mudah ditekan. Namun beliau adalah orang sangat terbuka kepada masukan terutama dari para ahli ilmu. Beliau mengumumkan penundaan karena ketulusan hati keluarga besar dan tentunya juga mempertimbangkan masukan masyarakat dan para tokoh. “Kadada sangkal” (tidak ada ganjalan di hati) tutur beliau dalam jumpa pers penundaan acara malam itu. Semoga kebesaran hati dan kecintaan yang mendalam dari seorang Barkati kepada masyarakatnya ini membawa hikmah yang besar bagi kesuksesan beliau sebagai pemimpin. Dan semoga ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala.. Aamiin. Wallahu a’lam

Berita Terupdate dari Muhammad Barkati, S. Sos. MH.

#BarkatiSamarinda
#KabarBarkati
#RelawanBarkatiSamarinda
#BarkatiUrangSamarinda
#2020_2025TetapBarkati

Tinggalkan Balasan