Mungkin Ada Yang Kepanasan

#RBS. Mungkin Ada Yang Kepanasan - Ada yang kepanasan? Saat yang lain takut ke lapangan, takut bertemu masyarakat umum karena hantu bernama CORONA. Tanpa banyak bicara Pak Barkati dan Pak Darlis tetap istiqomah mendatangi warganya.
Dok. : Barkati Tinjau Lokasi Kebakaran Di Karang Asam11-03-2020

#RBS. Mungkin Ada Yang Kepanasan – Ada yang kepanasan? Saat yang lain takut ke lapangan, takut bertemu masyarakat umum karena hantu bernama CORONA. Tanpa banyak bicara Pak Barkati dan Pak Darlis tetap istiqomah mendatangi warganya.

Beliau berdua menyapa, menjalin silaturahmi bahkan meberikan bantuan dan dukungan, baik moril maupun materi semampu mereka. Habis hari-harinya untuk melayani warga. “Ada Yang Kepanasan?”

Ya, kebiasaan Badar bersosialisasi dengan masyarakat memang sudah sejak lama. Sejak belum Pak Barkati jadi Wakil Walikota dan sejak sebelum Pak Darlis jadi calon Wakil Walikota. Bukan karena ada kampanye, tapi karena memang menyapa warga adalah kebiasan hidup beliau berdua.

Pak Barkati memang pendiam dan tak banyak bicara. Tak pandai mengukir janji manis. Tak ahli menggunakan kalimat-kalimat intelek. Beliau biasa berkata jujur apa adanya.

Maka untuk menjatuhkan beliau dikerahkanlah buzzer untuk membully dan memelintir sedikitnya beliau bicara sebagai sebuah kekurangan. Padahal itulah kelebihan belau. “Mungkin Ada Yang Kepanasan?”

Makanya beliau memilih Pak Darlis sebagai Wakil yang berlatar belakang politik dan sudah tak diragukan kemampuannya berorasi.

Oke, mungkin adalah kekurangan beliau dalam menata kalimat ketika berorasi. Bukan karena tak bisa berbicara, namun karena hati-hati menebar janji. Beliau lebih terbiasa bicara jujur apa adanya dengan gayanya sendiri.

Tapi rupanya kelebihan beliau berdua dalam aksi itu yang lebih ditunggu masyarakat. Beliau berdua bahkan tak pernah berpenampilan dan bergaya elite. Selalu apa adanya dan menyapa serta membantu warga dengan ketulusan.

Kehabisan akal untuk menjatuhkan Pak Barkati, isu “preman” pula yang diangkat oleh sebagian buzzer jahat untuk mendiskreditkan beliau. Isu basi yang diciptakan oleh segelintir orang.

Padahal kalau mereka cerdas (buzer), tuduhan itu bisa saja kami balikan kepada paslon lain yang merupakan petinggi bahkan didukung maju oleh organisasi yang oleh sebagian masyarakat justtru lebih identik dengan premanisme tingkat tinggi.

“PREMAN” ITU BERNAMA BARKATI

Ah, kami tak sedang menyindir siapapun. Kami tak mau membahas itu kalau tidak terpaksa. Kami tak mau menuduh orang lain sebagai bagian oligarki karena itu tidak produktif buat demokrasi.

Ya, kenapa pendukung BADAR tak mau menghubungkan paslon lain dengan premanisme? Tak mau menuduh mereka sebagai politisi oligarki? Karena kami tahu ormas-ormas itu bukan ormas preman. Dan tak layak dikait-kaitkan dengan premanisme meski banyak kejadian berbau preman terjadi.

Maaf kami tidak seperti mereka yang menilai dan memvonis organisasi berdasarkan perilaku oknum. Kami menilai berdasarkan visi dan misi sebuah organisasi. Kami memang bukan orang paling pintar dan bertitel tinggi, tapi kami cukup punya akal sehat dan kecerdasan.

Kembali ke Pak Barkati dan Pak Darlis. Saat ini dukungan masyarakat buat beliau berdua bermunculan di berbagai penjuru kota Samarinda. Bagai cendawan di musim hujan.

Tanpa paksaan dan tanpa dibayar oleh Sang BADAR, banyak tokoh masyarakat beserta anggotanya yang membentuk posko-posko relawan. Sampai-sampai tim sukses beberapa kali ditegur Bawaslu karena dikira melanggar jadwal kampanye.

Padahal deklarasi-dekarasi itu bukan dibuat oleh Sang BADAR dan tim sukses, tapi murni keinginan masyarakat luas. Mereka melakukan sendiri tanpa diminta apalagi dibiayai oleh Pak Barkati dan Pak Darlis.

Beruntunglah Bawaslu itu isinya orang cerdas dan pandai. Mereka bisa menilai dengan jujur dan objektif sehingga Pak Barkati dan Pak Darlis tidak disalahkan atas beberapa teguran tersebut. Apa yang dilakukan masyarakat umum yang bukan tim sukses BADAR tentu di luar kendali beliau berdua.

Masyarakat bergerak sendiri dan secara alami. Setelah melihat rekam jejak Pak Barkati dan Pak Darlis selama ini, mereka berbondong-bondong memberikan dukungan.

Mereka mensosialisasikan Badar dimanapun mereka berada. Kepada pasangan, keluarga, kerabat dan para tetangga. Dan itu berjalan apa adanya tanpa rekayasa.

Program Unggulan Sang BADAR – “Mungkin Ada Yang Kepanasan?”

Isu premanisme yang banyak diangkat orang untuk menjegal beliau juga sudah tak laku lagi. Semua sudah terbantah dengan bukti dan fakta di lapangan. Pak Barkati yang tak banyak bicara dan tak pandai mambual ini menjawab semua tuduhan dan fitnah dengan kerja nyata bukan dengan perdebatan dan basa-basi.

Demikian pula Pak Darlis. Meski berlatar aktifis yang sudah biasa berorasi namun tampaknya beliau juga tak hobi “ngecap” dengan janji-janji manis. Berdua dengan Pak Barkati beliau kompak memperbanyak aksi dibanding orasi.

Sekarang kami para relawan lebih fokus pada upaya membantu Pak Barkati dan Pak Darlis untuk lebih banyak berbuat dan mengabdi kepada umat dan bangsa. Bagi kami berbuat baik lebih penting. Dan kami tak pernah berkeinginan untuk menjelek-jelekan paslon lain.

Bukan karena kami tak punya data, tapi karena kami punya prinsip tak ingin melakukan kampanye hitam. Ibarat perang BADAR yang terjadi untuk bertahan dari serangan kaum Kafir Qurasy, maka seperti itulah kami Relawan BADAR yang siap bertahan dari serangan dengan menunjukan fakta kebenaran.

Lebih baik kami mengunggulkan kebaikan Pak Barkati daripada menjatuhkan lawan dengan mengungkit keburukannya. Ya, kecuali kalau kami dipaksa. Jangan main-main dengan kami…!!!(RBS)

PREMAN ITU BERNAMA BARKATI-02
PREMAN ITU BERNAMA BARKATI

#SalamAkalSehat #AntiAngkuh #AntiSombong

#BADARASIK #BadarAnakSamarindaIdolakita #ASIK #BarkatiSamarinda #SANGBADAR #BADARSAMARINDA #BarkatiDarlis #RelawanBarkatiSamarinda #RelawanBadarSamarinda #KabarBarkati #BarkatiUrangSamarinda #SangBadarUntukSamarinda2021_2026 #samarindadibanggakandanterdepan #partaidemokrat #partaiamanatnasional #partaigolongankarya #PD #PAN #GOLKAR

Tinggalkan Balasan